TUGAS 3 PENGANTAR BISNIS

MEMBUAT KERANGKA PRODUKSI BESERTA KOMPONENNYA

“TAHU CAMPUR KALASAN”

 

DOSEN PEMBIMBING :

I.G.A AJU NITYA DHARMANI, SE., MM.

 

DISUSUN OLEH:

ADELIA NURWAHIDAH 01215107

KONAAH 01215104

INDRIANI SETIYOSARI 01215141

 

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NAROTAMA

                                                 2016

BAB I

PENDAHULUAN

 

  • Latar Belakang

Pertumbuhan produksi perdagangan di Indonesia saat ini menunjukkan suatu peningkatan yang dapat dilihat dengan banyak bermunculannya perusahaan lokal dan UKM (Usaha Kelompok Mandiri) yang keduanya sudah ikut berpartisipasi dalam jaringan produksi. Setiap perusahaan atau UKM sendiri bisa saja bergerak dalam suatu produksi yang sama, tetapi dalam skala ukuran produksi yang berbeda, dimana keduanya membutuhkan bahan baku yang sama. Disisi lain, ada pula perusahaan atau UKM yang bergerak dalam suatu produksi yang berbeda dengan bahan baku yang dibutuhkan berbeda. Oleh karena itu, pertumbuhan perkembangan produksi harus didukung oleh sistem persediaan (inventory). Suatu perusahaan harus memiliki persediaan bahan baku yang mencukupi permintaan atau melebihi permintaan sebagai persediaan permintaan selanjutnya. Sehubungan dengan dibutuhkannya suatu bahan baku, diperlukan adanya suatu sistem persediaan untuk menentukan jumlah persediaan dalam kualitas yang baik dan waktu yang tepat dengan tujuan untuk meminimalkan total biaya persediaan, serta penentuan jenis dan banyaknya produksi untuk melakukan pesanan secara optimal agar tidak terjadi suatu pemberhentian produksi yang dapat menurunkan tingkat produksi atau biasa disebut Shortages Permitted, karena masih memiliki persediaan barang dari produksi sebelumnya dimana setiap produksi selalu melebihi dari permintaan. Selain itu, ada juga suatu perusahaan atau usaha kelompok mandiri (UKM) yang tidak membutuhkan adanya suatu persediaan atau bahan baku yang disediakan untuk satu kali produksi sesuai dengan permintaan pemesanan. Berkaitan dengan hal itu, perusahaan tidak memerlukan adanya persediaan dan biaya untuk penyimpanan persediaan, yang sering disebut dengan Shortages Not Permitted. Sistem kedua ini dimaksudkan bahwa suatu perusahaan atau UKM tersebut hanya akan menyediakan bahan baku dan memproduksi sesuai dengan permintaan pemesanan. Selain itu dalam konsep persediaan, biaya bukan satu-satunya yang mempengaruhi suatu persediaan, tetapi ada juga jumlah permintaan dan waktu, karena jumlah permintaannya dapat berubah-ubah dari waktu ke waktu.

  • Rumusan Masalah

Berdasarkan Latar Belakang diatas maka secara umum rumusan masalahnya adalah :

  1. Apa yang dimaksud dengan produksi ?
  2. Apa tujuan produksi ?
  3. Bagaimana membuat kerangka produksi yang sehat, aman, dan nyaman (K3)?

 

 

  • Tujuan

Tujuan dalam pembahasan makalah ini berdasar rumusan masalah diatas adalah untuk membahas hal-hal yang sesuai dengan permasalahan yang diajukan antara lain :

  1. Mengetahui pengertian produksi
  2. Mengetahui tujuan produksi
  3. Mengetahui cara membuat kerangka produksi yang sehat, aman, dan nyaman (K3)

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Produksi

Pengertian Produksi adalah suatu kegiatan untuk menciptakan/menghasilkan atau menambah nilai guna terhadap suatu barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan oleh orang atau badan (produsen). Orang atau badan yang melakukan kegiatan produksi dikenal dengan sebutan produsen. Sedangkan barang atau jasa yang dihasilkan dari melakukan kegiatan produksi disebut dengan produk. Istilah Produksi berasal dari bahasa inggris to produce yang berarti menghasilkan.

Sedangkan dalam arti ekonomi, Pengertian Produksi adalah sebagai kegiatan mengenai penciptaan dan penambahan atau utilitas terhadap suatu barang dan jasa. Berdasarkan dari pengertian produksi tersebut, terdapat dua konsep mengenai kegiatan produksi antara lain sebagai berikut…

  • Kegiatan menghasilkan barang dan jasa: Pengertian kegiatan produksi dalam menghasilkan barang dan jasa adalah menghasilkan barang dan jasa yang belum ada sehingga bertambah jumlahnya atau memperbesar ukurannya. Contohnya adalah usaha pertanian, peternakan dan perikanan.
  • Kegiatan menambah nilai guna barang dan jasa: Pengertian kegiatan produksi dalam menambah nilai guna barang dan jasa adalah kegiatan yang menambah nilai guna barang dan jasa sehingga barang dan jasa menjadi lebih tinggi. Contohnya adalah tempe yang dibuat dari kedelai, kripik yang dibuat dari singkong, dan pakaian yang dibuat berasal dari kain.

2.2 Tujuan Produksi

Tujuan-tujuan dari produksi antara lain sebagai berikut…

  1. Menghasilkan barang atau jasa
  2. Meningkatkan nilai guna barang atau jasa
  3. Meningkatkan kemakmuran masyarakat
  4. Meningkatkan keuntungan
  5. Meningkatkan lapangan usaha
  6. Menjaga kesinambungan usaha perusahaan

2.3 Kerangka Produksi

  1. Membeli bahan baku Tahu Campur di pasar
  2. Mengolah bahan baku mentah menjadi setengah jadi
  3. Memasak bahan setengah jadi menjadi bahan matang dan siap untuk dijual

 

 

2.4 Profil Usaha

Nama Usaha :         Tahu Campur Kalasan

Nama Pemilik :        H. Abd. Mahfud

Alamat usaha :        Jl. Kalasan No. 22 Surabaya

Jam operasional :    11.00 – 22.00 (setiap hari)

Kapasitas tempat duduk :  sekitar 30 orang

Harga tahu campur :         Rp 15.000 per porsi

 

Pak H Mahfud sengaja menghadirkan tahu campur Kalasan sebagai jajanan sekaligus makanan dimana menu kuliner ini memiliki kuah kaldu daging yang rasanya gurih dan mirip dengan bumbu gule. Tahu campur terdiri dari sayuran slada, irisan tahu goreng, taoge, perkedel singkong, daging urat, mie kuning, krupuk udang dan campuran petis buatan khusus. Yang membuat tahu campur Kalasan berbeda dengan tahu campur yang lain adalah bahan terasi dan petis sehingga tidak menggunakan bumbu penyedap masakan sehingga bisa dipastikan tahu campur Kalasan sehat, bersih dan tidak terlalu mengandung banyak kalori. Untuk menjaga cita rasa Tahu Campur Kalasan, Pak H Mahfud selalu menggunakan bawang putih, bawang merah dan udang dalam kondisi yang segar. Meskipun pada saat ini H Mahfud telah buka 2 cabang Tahu Campur Kalasan di Cito Mall Surabaya dan Royal plaza Surabaya yang dikelola oleh 2 orang putranya, namun tetap saja Tahu Campur Kalasan yang ada di Jl Kalasan no 22 Surabaya selalu dibanjiri oleh pecinta kuliner kota Surabaya dan luar kota. Daging urat sapi yang terasa empuk, lontong, bumbu petis yang pedasnya pas dan kombinasi taoge serta selada membuat Tahu Campur Kalasan tidak pernah sepi peminat. Suasana makan di tempat ini sama dengan suasana teras rumah yang bisa menampung hingga 30 orang dengan tempat parkir yang cukup luas. Mengenai pelayanan termasuk ramah dan sangat baik karena begitu pesan tahu campur maka pelayan akan langsung segera menghidangkan tahu campur Kalasan tidak sampai dalam waktu 10 menit, jika kondisi warung tidak sangat ramai.

 

2.5 Proses-proses Pembuatan

Berikut resep Tahu Campur Kalasan Pak Mahfud,

– Daun selada iris sesuai selera secukupnya,
– Tahu goreng setengah matang (atau sesuai selera) potong-potong
– 250 gr mie kuning, seduh air panas, tiriskan
– 250 gr daging urat rebus hingga empuk, potong dadu
– 200 gr taoge/kecambah panjang rebus jangan terlalu lunak, kemudian tiriskan
– Perkedel singkong dipotong-potong tipis
– 2 batang serai dimemarkan

Bumbu yang dihaluskan :

– 10 merica butiran digoreng sangrai
– 10 butir kemiri digoreng sangrai
– 2 sdt (sendok teh) ketumbar digoreng sangria
– 1 sdt jintan digoreng sangrai

Pelengkap perkedel singkong,

– 200 gr singkong parut halus, peras
– ¼ sdt jintan digoreng sangrai
– 2 lembar daun jeruk purut, buang tuang daun iris halus lalu Campur semua bahan ini aduk rata, dan bentuk sesuai selera lalu goreng matang dan iris tipis.
– 10 sdm petis (bias membeli petis yang khusus untuk tahu campur)
– Cabe rawit sesuai selera (dapat juga dibuat tersendiri sebagai sambel dengan merebusnya
– terlebih dahulu lalu haluskan tambahkan sedikit garam)

Haluskan semua bahan hingga campur merata lalu digoreng beri sedikit air sebentar hingga air kering.

Cara Membuat,

  1. Membuat Kaldu, didihkan dahulu air lalu masukkan daging rebus hingga daging empuk.
    2. Masukkan serai dan jahe, angkat dagingnya, iris dadu. Masukkan ke dalam
    kuahnya kembali, kecilkan api.
    3. Tumis bumbu halus hingga harum, lalu masukkan ke dalam kuah kaldu. Aduk merata

Cara penyajian, sambal petis diratakan di piring atau mangkuk, susun bahan saji
kecuali krupuk udang, lalu tuangkan kaldu panas ke atasnya. Lengkapi dengan krupuk udang.

 

 

2.6 Ulasan

Dalam pelaksanaan usaha tahu campur ini, pedagang ternyata memperhatikan estetika 3K (kesehatan, keamanan, dan kenyamanan) dalam usahanya :

  • Kesehatan

Dipastikan tahu campur kalasan sehat, bersih dan tidak terlalu mengandung banyak kalori karena tidak menggunakan bumbu penyedap masakan.

  • Keamanan

Dari segi keamanan, tempat parkir yang luas ternyata ada tukang parkirnya.

  • Kenyamanan

Dari segi kenyamanan, suasana makan di tempat ini sama dengan suasana teras rumah yang menyediakan tempat makan yang cukup banyak sekitar 30 tempat duduk. Karena selalu dibanjiri para pecinta kuliner kota surabaya dan luar kota. Juga pelayanan yang ramah dan sangat baik.

 

 

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Usaha harus butuh keberanian agar bisa menjadi pengusaha yang sukses. Nasib seseorang tidak bisa dilihat dari gelar yang dimiliki oleh seseorang karena belum tentu itu adalah jalan hidupnya, seperti halnya Pak Mahfud seorang pengusaha tahu campur yang sukses. Dimulai dari mencoba karena kebutuhan keluarga yang mulai meningkat sehingga menjadi usaha menguntungkan. Dan harus bisa mempunyai jiwa kepemimpinan dalam suatu usaha agar usaha yang dijalaninya bisa berkembang dengan baik bahkan lebih maju.

 

DAFTAR PUSTAKA

http://digilib.unila.ac.id/19/6/BAB%20I.pdf

http://www.artikelsiana.com/2015/09/pengertian-produksi-faktor-faktor.html

https://kulinerkota.wordpress.com/2015/09/04/tahu-campur-kalasan/

This entry was posted in TIK. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *